Komunitas Kendaraan Listrik Indonesia




Selasa, 09 Maret 2021

Pakai Motor Listrik Bisa Hemat Rp 100 Ribu per Bulan lho



[9 Mar] Pemerintah kian mendorong penggunaan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik. Salah satu keunggulan yang ditonjolkan dalam sosialisasi kendaraan listrik yakni diklaim lebih hemat bahan bakar dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, berdasarkan kajian pihaknya, penggunaan motor listrik bisa menghemat Rp 100 ribu per bulan, sedangkan penggunaan mobil listrik bisa hemat 2-3 kali lipat daripada motor listrik, bila dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.

"Dari kajian kami, penggunaan motor listrik ada penghematan biaya bahan bakar mencapai Rp 100 ribu per bulan, sementara kalau mobil listrik bisa 2-3 kali lipat penghematannya dari pemakaian motor listrik," kata Dadan dalam diskusi yang diselenggarakan Katadata, Selasa (9/3/2021).



Pemerintah menargetkan pada 2025 mendatang penggunaan kendaraan listrik bisa menggantikan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 37 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Pada 2030, diperkirakan Indonesia sudah tak lagi impor BBM karena dipicu peningkatan konsumsi minyak non fosil (biofuel) dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.

Dengan demikian, pengurangan impor BBM diperkirakan bisa mencapai 67,9 ribu barel per hari atau setara dengan penghematan devisa sebesar US$ 1,6 miliar pada 2030. Selain itu, diperkirakan ada penghematan dari sisi subsidi BBM per tahun yang mencapai Rp 0,6 triliun. Sementara penurunan emisi gas rumah kaca pada 2030 ditargetkan bisa mencapai 6,66 juta ton emisi Co2.

Pemerintah juga menargetkan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) mencapai 15 juta unit pada 2030, terdiri dari 13 juta unit motor dan dua juta unit mobil listrik.

Salah satu kementerian yang sudah terang-terangan memaksa pejabatnya untuk menggunakan kendaraan listrik adalah Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas, Hyundai Ioniq.

"Saya sudah pernah berjanji bahwa Kementerian Perhubungan akan menjadi pelopor penggunaan mobil listrik di tahun 2020. Dan saya bahagia karena hal ini tercapai. Penggunaan kendaraan listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan kendaraan yang ramah lingkungan," tulisnya pada akun Instagram pribadinya.

Baca:Wow! Tesla & Elon Musk Deal dengan Vale, tapi di Brasil
Sebelumnya, PT PLN (Persero) juga menyebutkan bahwa biaya pengisian daya listrik untuk mobil listrik lebih murah daripada penggunaan kendaraan konvensional yang mengonsumsi bensin. Penghematan penggunaan mobil listrik ini bisa mencapai seperlima lebih murah dibandingkan penggunaan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.

Direktur Mega Proyek PLN Muhammad Ikhsan Asaad mencontohkan, penggunaan mobil listrik rute Jakarta-Bali hanya membutuhkan biaya isi daya listrik sekitar Rp 200 ribu, jauh lebih murah daripada menggunakan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak atau bensin yang mencapai lima kali lipatnya hingga sekitar Rp 1 juta.

Meski konsumsi bahan bakar listrik lebih murah, namun belanja modal (capital expenditure/ capex) untuk memiliki kendaraan listrik menurutnya masih jauh lebih mahal daripada kendaraan berbahan bakar bensin. Selain itu juga, imbuhnya, masih terdapat pajak-pajak yang cukup tinggi untuk memiliki mobil listrik.

"Kami harap dukungan dari pimpinan (DPR), bagaimana open tarif ini, sehingga investasi jadi menarik jika dibandingkan kita gunakan kendaraan berbahan bakar minyak. Kendaraan listrik lebih efisien," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin (01/02/2021).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar