Komunitas Kendaraan Listrik Indonesia




Kamis, 29 Agustus 2019

Sepeda Motor Listrik Penting, BPS: 80% Kendaraan Di Indonesia Adalah Sepeda Motor



[29 Aug] Kondisi pertumbuhan kendaraan di Indonesia terus naik. Tercatat, sepeda motor jumlahnya paling banyak dibanding kendaraan lain. Motor juga yang paling banyak menghasilkan emisi gas buang atau CO2.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, total kendaraan pada tahun 2017 itu mencapai 138.556.669 unit. Sementara, 113.030.793 unit di antaranya adalah motor (80%).

Agus menambahkan, data yang dikeluarkan oleh Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) ESDM pada Januari 2019 membuktikan bahwa konsumsi energi terbesar ada di sektor transportasi, bukan industri. Sektor transportasi berkontribusi sekitar 45 persen, sementara industri hanya 34 persen.

Agus Purwadi, Ahli Teknik Ketenagalistrikan ITB (Institut Teknik Bandung), memaparkan data dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang menunjukkan bahwa satu motor paling tidak mengkonsumsi 0,75 liter per hari.

"Jadi, kira-kira kalau dikalikan dengan 113 juta sekian unit tadi, itulah kebutuhan impor BBM kita setiap hari," ujar Agus, di sela-sela media briefing proyek percontohan yang dinamakan “The Demonstration Project To Increase Energy Efficiency Through Utilization Of Electric Vehicle And Mobile Battery Sharing”. di Kementerian Perindustrian ( Kemenperin), Jakarta, Rabu (28/8/2019).


Bagaimana Perbandingannya Di Jakarta?

Jumlah truk atau kendaraan beban di Jakarta pada 2018, menurut Badan Pusat Statistik, hanya sekitar 700 ribu unit. Jumlah ini kalah jauh bila dibandingkan dengan mobil penumpang yang berjumlah 4 juta unit, atau bahkan sepeda motor yang berjumlah 14,7 juta unit.


Sepeda Motor Listrik Lebih Murah Diimplementasikan

"Untuk elektrifikasi motor, bisa lebih realistis diimplementasikan lebih cepat, karena bisa dicas di rumah-rumah mayoritas masyarakat Indonesia yang dayanya kecil," kata Agus.

Menurut Agus, teknologi yang ditawarkan oleh HPP dan NEDO ini dengan sistem swap battery ini lebih efisien. Sebab, baterainya ditukar seperti isi ulang. Bukan lagi dicas di rumah-rumah, tapi sudah tinggal ditukar.

"Dalam lima tahun ke depan, hingga 2025, kita akan mulai menggeser fokusnya ke roda dua elektrik. Baru setelah 2025 dan seterusnya, mulai di roda empat. Inilah program dari Kemenperin," ujar Agus.

Target kuantitatif dari Kemenperin sendiri adalah tahun 2020 diharapkan ada 10 persen motor listrik dari total penjualan sebanyak 8.000.000 unit, yaitu 1.600.000 unit. Tahun 2025, 20 persen dari total 10.000.000 unit, yaitu 2.000.000 unit. Tahun 2030, 25 persen dari 12.500.000 unit, dan seterusnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar