Kamis, 22 Agustus 2019

Bus Listrik Tanpa Pengemudi Segera Beroperasi di Singapura



[22 Aug] Negara Singapura akan segera melakukan tes bus tanpa pengemudi yang dapat dipesan melalui aplikasi minggu depan.

Tes ini merupakan bagian dari upaya Singapura untuk memperkenalkan kendaraan tanpa pengemudi secara nasional.

Menurut perusahaan yang bertanggung jawab untuk pengujian, ST Engineering, empat bus mini tanpa awak akan menempuh jarak 5,7 kilometer di Pulau Sentosa dari 26 Agustus-15 November 2019.

Pengunjung dapat menggunakan aplikasi pada smartphone mereka untuk memesan mini bus, yang akan mengambil dan mengirim mereka ke tujuan yang dipilih seperti klub golf, pantai dan benteng bersejarah.

Sebelumnya, diumumkan pada konferensi pengembang tahunan bahwa mereka telah meningkatkan produksi secara masal bus tanpa awak dengan tujuan untuk menyebarkannya tidak hanya di China, tetapi juga di negara lain.

Mereka akan meluncurkan bus di Jepang dalam kemitraan dengan SB Drive, anak perusahaan transportasi umum otonom dari Softbank. Mereka membawa 10 bus yang dijuliki "Apolong" ke Tokyo dan kota-kota lainya.

Versi terbaru dari Apollo juga diumumkan selama konferensi mendukung parkir valet dan terintegrasi dengan perangkat lunak Baidu yang memiliki kemampuan pengenalan wajah dan dapat mendeteksi apakah pengemudi menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Masyarakat yang tidak memiliki aplikasi dapat memesan layanan dari kios yang tersedia di sepanjang rute, dengan layanan yang digratiskan beroperasi selama empat jam pada hari kerja.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, bus ini menyediakan sopir untuk mengambil kendali jika diperlukan.

Dalam uji coba pada Selasa (20/8), dua kendaraan agak kesulitan ketika berada di persimpangan saat ada mobil yang akan lewat. Kendati demikian, kendaraan diklaim bisa beroperasi saat hujan sedang sementara ketika hujan deras tak bisa beroperasi, yang umum terjadi di negara tropis di Asia Tenggara.

Presiden dan kepala eksekutif ST Engineering Vincent Chong mengatakan bus-bus itu dilengkapi dengan teknologi canggih, multi-sensor dan dibangun untuk beroperasi di lingkungan perkotaan yang kompleks.

Perusahaan punya target untuk meluncurkan angkutan umum tanpa sopir dalam beberapa tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Singapura dari satu titik ke titik lain. Dengan begitu bisa membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar