Minggu, 28 Juli 2019

Resmi Di Indonesia, Outlander PHEV Dapat Tempuh 100 KM Dengan 40 Ribu Rupiah



[28 Jul] Mitsubishi Indonesia menghadirkan mobil ramah lingkungan Mitsubishi Outlander PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) yang diklaim mampu memberikan efisiensi hingga 40 persen, dibandingkan mobil bermesin konvensional (combustion engine).

Head Technical Service CS Suport Departemen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto, menjelaskan bahwa sisi hemat yang dihitung bukanlah dari ukuran bahan bakar, melainkan dari nilai rupiah yang dikeluarkan, yakni hanya Rp20 ribu untuk sekali pengisian.

"Bukan konsumsi BBM yang dihitung, tapi rupiahnya. Dengan PHEV ini lebih hemat 40 persen dibanding yang bukan PHEV," kata Boediarto di GIIAS 2019, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Boediarto menjelaskan, kendaraan itu membutuhkan daya setidaknya 3.600 watt untuk pertama kali pengisian pada instalasi listrik di rumah. Kemudian daya yang dibutuhkan akan turun menjadi rata-rata 2.000 watt secara konstan jika melakukan full charging.

"Ketika di-charge, biaya listrik full charging hanya Rp 20 ribu untuk sekali isi," kata Boediarto, menambahkan bahwa mobil berkapasitas baterai 13,8 Kwh itu dapat melaju sejauh 55 Kilometer untuk sekali pengisian penuh.

Perhitungan adalah, jika setiap 1 Kwh senilai Rp1.500, maka untuk mengisi 13.8 Kwh pengguna hanya mengeluarkan Rp20.700 untuk pengisian penuh.

Selain itu, teknologi PHEV yang dibawa Outlander memungkan mobil ini mengisi daya listrik dari mesin bensin saat baterai akan habis atau saat tersisa 20 persen.



Resmi Dijual di IndonesiaMitsubishi Outlander PHEV resmi dijual di Indonesia dengan angka mencapai Rp 1.289.000.000. Meski tampak mahal, pihak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) mengaku mobil ramah lingkungan ini sudah diminati banyak orang.

"Kalau dari GIIAS memang belum tercatat SPK, tapi kami ada hitungan prospek sangat berminat dan berencana membeli, sekitar 40-an (unit)," jawab Director of Sales Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro, di arena GIIAS 2019, ICE, BSD, Tangerang.

Angka peminat tersebut tentunya cukup besar, mengingat mobil ini hadir dengan teknologi baru yang masih awam bagi pengguna kendaraan di Indonesia. Namun Irwan selalu mengatakan kepada konsumen, bahwa Outlander PHEV adalah mobil listrik paling sesuai di Indonesia untuk saat ini.

"Kalau terhadap produknya sendiri, lagi-lagi yang kami komunikasikan (kepada konsumen) bahwa untuk kondisi saat ini (Outlander PHEV) mobil listrik yang paling ideal," terang Irwan.

"Buat mereka yang concern terhadap environment, terus ngerti bahwa Mitsubishi ada produk mobil listrik yang ideal dengan keterbatasan di Indonesia, ya dari situlah konsumen akan mempertimbangkan untuk membeli (Outlander PHEV)," sambungnya lagi.

Bagi detikers yang belum tahu, Mitsubishi Outlander PHEV mengusung mesin bensin 2.4 liter. Mesin itu dikombinasi dengan motor listrik yang punya tenaga 60 kW di roda depan dan 70 kW pada roda belakang. Soal tenaga, mesin konvensional bisa memuntahkan tenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm.

Outlander PHEV dikatakan menjadi salah satu mobil plug-in hybrid yang unik, sebab memiliki tiga mode berkendara, yakni mode EV, mode HEV, dan juga mode Parallel Hybrid.

Sedikit info soal mode berkendara Outlander PHEV, pada mode EV mobil akan bergerak dari tenaga baterai yang dikirimkan ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang.

Selanjutnya pada mode HEV (Hybrid Electric Vehicle), saat baterai berkurang, maka mesin akan membantu baterai agar memiliki kapasitas baterai yang stabil. Sehingga baterai akan tetap menyuplai tenaga ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang. Artinya, mesin konvensional akan berperan mirip generator.

Sementara pada mode Parallel Hybrid, sistem ini berfungsi di saat pengendara membutuhkan tenaga lebih. Misal ketika baterai mulai berkurang, maka mesin konvensional akan tetap menjaga pasokan baterai, dan baterai akan memberikan energi pada motor listrik yang berada pada roda depan dan belakang.

Tidak sampai di situ, pada sistem Mode Parallel Hybrid, mesin konvensional juga berperan memberikan energi langsung pada motor listrik tidak melalui baterai.

Mitsubishi Outlander PHEV meluncur di Indonesia lewat ajang GIIAS 2019. Mobil ini akan dikirimkan kepada konsumen pada November mendatang.


Dapat Dijadikan Genset Rumah

Mitsubishi mulai memasarkan Mitsubishi Outlander PHEV atau plug-in hybrid electric vehicle yang tidak hanya ramah lingkungan namun genset berjalan. Mobil ini dijual dengan harga Rp 1,289 miliar.

Head of PC Technical Service and CS Support Section Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwansyah Siregar, menuturkan Outlander PHEV bisa dijadikan sumber listrik melalui baterai saat kapasitasnya terisi penuh. "Saat kondisi baterai penuh bisa menjadi seperti powerbank untuk penggunaan 1.500 watt," kata Irwansyah, Kamis 25 Juli 2019.

Ia menjelaskan Outlander PHEV memiliki kapasitas baterai 13.800 watt atau 13,8Kwh, sehingga dalam kondisi penuh bisa menyuplai listrik rumahan.

Cara kerjanya, lanjut Irwansyah, pemilik cukup mencari colokan listrik di bagian belakang mobil, kemudian menghidupkan kunci kontak, maka listrik akan mengalir ke perangkat yang dihubungkan. "Jika baterai ready, tinggal colok saja," kata dia.

Ia mengatakan, jika kapasitas baterai menurun mendekati 20 persen, maka mesin bensin akan menyala untuk mengisi daya listrik pada baterai mobil.

Outlander PHEV merupakan kendaraan dengan motor listrik sebagai penggerak utama yang dijalankan dari tenaga baterai. Untuk mengisi baterai, pengguna bisa melakukannya di rumah dengan beban 3.600 Watt.

"Listrik awal memakai 3.600watt. Kalau sudah mulai charging akan turun konstan pada rata-rata 2.000 watt," kata Head of Technical Service and Customer Service Support Department MMKSI, Boediarto, di lokasi sama.

Boediarto menyarankan agar pengguna Outlander PHEV melakukan pengisian daya normal, semalaman di rumah, untuk menjaga daya tahan baterai. Menurut dia, fitur pengisian cepat atau quick charging akan mempengaruhi usia baterai.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar