Home » , , , , » Dengan Energi Terbaharukan, Biaya Listrik Lebih Murah

Dengan Energi Terbaharukan, Biaya Listrik Lebih Murah

[10 Feb] Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menyambut baik hadirnya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Melalui aturan ini, Sofyan optimis harga listrik semakin murah utamanya untuk wilayah timur Indonesia.

Berdasarkan perhitungannya, sepanjang pembelian listrik lebih murah dari BPP (Biaya Pokok Produksi) maka pembelian listrik akan menurunkan tarif listrik pada daerah tempat dibangunnya pembangkit EBT. Di mana jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi terbarukan yaitu, PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTA, PLTBm, PLTBg, PLTSa, dan PLTP.

"Misalnya BPP Rp1.000 per kwh, ada EBT Rp850 per kwh. Nah yang BPP Rp1.000 akan turun sedikit karena masuknya EBT. Tarif nasional ini harga lebih baik, harga pokok produksi masing-masing daerah akan semakin baik," ujarnya di kantor Direktorat Jenderal Gatrik, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Dia menjelaskan, perhitungan tersebut sesuai dengan aturan dalam Permen ESDM No.12/2017. Untuk EBT pembelian listrik maksimal 85 persen dari BPP di masing-masing daerah. "Misalkan di Nusa Tenggara Timur berapa BPP disitu, kan mereka masih banyak diesel kita hitung disitu, nanti dihitung 85% dari harga pokok produksi di NTT," katanya.

Karena dalam aturan Permen ESDM No.12/2017 menggunakan perhitungan pembelian tenaga listrik paling tinggi sebesar 85% dari BPP setempat, maka prioritas pengembangan EBT difokuskan untuk wilayah timur. Pasalnya untuk wilayah barat harga listrik sudah murah.

"Memang untuk Indonesia timur Sulawesi, Kalimantan. Karena energi primer Sumatera dan Jawa sudah murah, kan yang masih mahal di timur, oleh karena itu masuknya EBT ya lebih baik lagi," ujarnya.

sumber: okezone
Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->