Home » , , , » Charger Untuk Pengguna Kendaraan Listrik Bali, Cita-cita Bu Nani.

Charger Untuk Pengguna Kendaraan Listrik Bali, Cita-cita Bu Nani.

[12 Jun] Ida Ayu Maharatni S PSI MSi, pendiri sekaligus manajer Koperasi Amoghasiddhi, berlokasi di di Jalan Sokasati No 6, Denpasar, Bali, berencana ingin menyediakan charger bagi pengguna kendaraan listrik di Bali.

Gedung kantor baru yang dibangunnya bukanlah gedung biasa. Melainkan berkonsep go green yang ramah lingkungan. Gedung itu akan memanfaatkan listrik dari tenaga surya.

“Memang harganya mahal, tetapi jika kita berpikir itu sebagai investasi, hanya butuh 7 tahun. Setelah itu kami kan mendapat listrik gratis. Sementara harga listrik dari PLN terus meningkat kan?” jelasnya.

Nani juga mengajak anak muda untuk menjaga lingkungan, seperti dengan menggunakan sepeda listrik. Banyak keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan sepeda listrik ini, semisal tidak menimbulkan bising dan tidak menyebabkan polusi. Orangtua yang tidak bisa menjemput anaknya, dapat memanfaatkan sepeda ini.

Mereka tidak perlu takut jika anaknya akan kebut-kebutan karena sepeda ini tidak bisa ngebut tetapi juga lebih cepat dari sepeda biasa sehingga tidak perlu khawatir anaknya akan kepanasan. “Hari gini kamu masih kebut-kebutan dan menyebabkan polusi, kamu ga keren,” ujarnya.

Nani menambahkan, “buang sampah sembarangan juga tidak zaman. Yang keren itu kalo kamu memilah sampah dan punya rekening bank sampah,” katanya bersemangat.

Untuk mendukung komunitas sepeda listrik, di kantor barunya nanti akan disediakan charger station, di mana anak-anak komunitas sepeda listrik bisa berkumpul bersama sambil men-charge sepedanya. Komunitas ini di-launching bulan lalu dengan jumlah anggota 13 anak muda.

Pada libur sekolah, dia merencanakan akan mengadakan konvoi sepeda listrik.

Keren, Inilah Koperasi di Denpasar yang Bakal Pakai Listrik Tenaga SuryaNani ingin menunjukkan perilaku go green-nya dengan aksi yang nyata. Menurutnya, banyak orang berbicara tentang go green. Namun pada kenyataannya tidak ada aksi nyata. Dia juga menerapkan penggunaan kertas bekas. Sisi kosong pada kertas itulah yang digunakan. “Bukan kami tidak bisa beli kertas, namun itu juga salah satu bentuk kami mencintai lingkungan,” tambahnya.

Amoghasiddhi turut serta program adopsi pohon yang diselenggarakan Yayasan Bali Lestari setiap bulan Desember. Baginya bekerja sama dengan yayasan ini adalah pilihan yang tepat, karena mereka tidak hanya menanam namun juga memantau perkembangan pohon yg ditanam. “Setiap tahun kita akan melihat bagaimana pertumbuhan pohon yang di tanam di tahun sebelumnya,” tandasnya.

sumber: tribunnews

Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->