Home » , , , , , » Sektor Pariwisata Bali Akan 'Dipaksa' Pakai Mobil Listrik ITS

Sektor Pariwisata Bali Akan 'Dipaksa' Pakai Mobil Listrik ITS

[3 Mei] Polusi akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin tinggi, membuat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Wilayah Bali berpikir untuk menemukan solusi.

Dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, IKA ITS Wilayah Bali menggagas transportasi yang ramah lingkungan.
IKA ITS Bali bersama Kadin Bali melakukan kerjasama dengan ITS untuk membuat mobil listrik yang berteknologi ramah lingkungan.

Penandatanganan MoU pembuatan mobil listrik dilakukan oleh Rektor ITS Prof Joni Hermana dan Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra di kampus ITS Sukolilo, Surabaya disaksikan oleh Menristek Dikti Prof M Nasir, Selasa (3/5/2016).

Prof Joni Hermana mengatakan terima kasih atas kerjasama yang telah disepakati untuk menyelesaikan problem-problem di daerah.

"Kami (ITS) berkomitmen untuk menerapkan teknologi dalam membantu masalah di daerah, khususnya di Indonesia timur," ujar Prof Joni.

Sementara Alit Wiraputra mengatakan, mobil listrik tersebut akan digunakan untuk angkutan pariwisata di Bali.

Kadin, lanjut Alit, nanti akan meminta semua hotel menggunakan mobil listrik produksi ITS tersebut.
Dengan mobil itu, polusi udara di Bali akan bisa ditekan sehingga masyarakat dan wisatawan akan lebih nyaman.
.
"Nanti kami akan 'paksa' pakai mobil listrik ini," ujarnya seusai menandatangani MoU.
Ketua IKA ITS Bali, Wayan Mahardika mengatakan, mobil listrik ini akan menjadi terobosan baru untuk Bali.

Langkah ini dilakukan IKA ITS Bali sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat.
"Kami sengaja menggandeng Kadin agar nantinya mobil ini bisa digunakan di kawasan pariwisata. Kadin kan punya banyak anggota dan jaringan yang bisa 'dipaksa' menggunakan mobil ini," jelasnya.
Menurut rencana, kerjasama pembuatan prototipe mobil listrik ini akan berlangsung selama tiga tahun.
Namun Wayan Mahardika optimistis dalam satu tahun ITS bisa menyelesaikan kemudian dilanjutkan dengan produkai massal.

"Kan sudah terbukti dalam pembuatan motor listrik yang hanya satu tahun," kata Wayan Mahardika.

sumber: tribunnews
Share this article :

2 comments :

  1. Memaksakan kehendak memang tidak dibenarkan, namun pemaksaan tersebut haruslah dikemas dengan regulasi semacam peraturan daerah yang mana dapat "memaksa" masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Dan jangan lupa harganyapun harua terjangkau dan perawatannya serta suku cadangnya tersedia dipasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Pak. Cuma untuk hal-hal yg negatif sometimes memang perlu cara paksa, contohnya membersihkan tempat esek-esek.

      Tapi setuju, "pemaksaaan" ini pun tetap harus dalam batas wajar.

      Delete



English French German Spain Italian Dutch




 
-->