Home » , » Keliling Indonesia Dengan Sepeda Motor Listrik Zero ( 6 Ribu KM)

Keliling Indonesia Dengan Sepeda Motor Listrik Zero ( 6 Ribu KM)


[6 Mei] PT Garansindo Technologies, Agen Pemegang Merek (APM) Zero Motorcycles di Indonesia tanpa lelah terus menunjukkan keseriusannya memasarkan motor listrik Zero asal Amerika. Salah satu upayanya dengan mendukung Solo Riding Alain Compost, seorang fotografer alam dan pembuat film dokumentar untuk menempuh perjalanan lebih dari 6 ribu kilometer di Indonesia.

Perjalanan panjang tersebut akan dimulai dari kota Medan, Sumatera Barat pada bulan Juni 2016. Semua hasil bidikan Alain baik berupa video maupun foto keindahan alam wilayah Indonesia, nantinya akan disebar untuk konsumsi publik. Sebagai gambaran dan perkembangan kondisi masyarakat Indonesia yang berada di pelosok daerah.

Pria asal Perancis yang bermukim di Bogor sejak tahun 1975 itu menjelaskan bahwa perjalanannya tersebut dalam rangka peringantan 40 tahun ia bermukin di Indonesia. Cagar alam, pertanian, perikanan dan hutan tropis akan ia kembali tinjau sebagai bagian penting dari kehidupan profesional dan pribadi dirinya.

Menurut Dhani Yahya, Managing Director Zero Motorcycles, pihaknya mendukung perjalanan tersebut untuk memperlihatkan bagaimana keseriusan Garansindo memasarkan produknya termasuk menunjukkan kualitas dan ketangguhan motor listrik ketika digunakan menempuh perjalanan jauh.

Sepanjang perjalanan, Alain Compost akan diberikan dukungan berupa flying mechanic yang akan diterbangkan ke lokasi beserta dengan spare-part yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan ataupun perbaikan terhadap Zero Motorcycles DS yang digunakan.

Alain Compost, saat mencoba Zero Motor di Showroom Zero Motor.

Zero Motorcycles DS 11.4 yang digunakan oleh Alain Compost memiliki mesin listrik dengan tenaga maksimal 54 horsepower dan torsi 92 Nm dan mampu untuk berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5.7 detik serta jarak tempuh lebih dari 200 km.

Jarak tempuh dari varian Zero Motorcycles DS 11.4 ini mencukupi untuk kebutuhan Alain  yang akan berjelajah ke setiap provinsi dan kabupaten untuk mengabadikan gambar dan video serta untuk beristirahat diantara waktu tersebut.

“Sepanjang perjalanan ini, saya akan meminta dukungan dari Pemerintah Daerah di setiap provinsi dan kabupaten untuk kebutuhan perjalanan. Seperti izin pengambilan gambar dan video, bertempat tinggal serta untuk melakukan pengisian ulang battery Zero Motorcycles yang digunakan,” jelas Alain.

sumber: swa
Share this article :

2 comments :

  1. Di Indonesia, hampir semua diukur dengan harga. Jika harganya tidak kompetitif dengann motor konvensional, maka yang belubhanya kalangan berduit saja dan itu junlahnya hanya segelintir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena merk-merk tersebut hadir dengan jiwa pengusaha Pak, bukan datang dengan jiwa pahlawan. Jadi ya begitu... resiko dibebankan pada pengguna. Biar pengguna saja yg jadi tumbal a.k.a pahlawan bagi perut pengusaha :(

      Bagusnya kita masih punya teman-teman di komunitas kendaraan listrik yg masih memiliki jiwa pahlawan, dan mampu mengesampingkan jiwa pengusaha mereka :)

      Delete



English French German Spain Italian Dutch




 
-->