Home » , , , » Gunakan Pembangkit Gas, Bandara Soetta Yang Pertama

Gunakan Pembangkit Gas, Bandara Soetta Yang Pertama

[11 Mei] PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk memenuhi kebutuhan energi Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Langkah ini diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Angkasa Pura II (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan Waskita yang diselenggarakan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5).

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo mengatakan melalui sinergi yang melibatkan tiga BUMN, maka proyek pembangunan pembangkit listrik Bandara Soetta dapat berjalan maksimal.

Sesuai dengan target kami, dalam satu tahun ke depan sudah harus bisa suplai listrik untuk memenuhi kebutuhan Bandara Soetta," tutur Bintang.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi memperkirakan nilai proyek pembangunan tersebut sebesar Rp1 triliun. Pekerjaannya akan dilakukan pada tahun ini, setelah ketiga perusahaan memfinalisasi desain pembangunannya dalam 2-3 bulan ke depan.

Budi mengungkapkan sebetulnya rencana pembangunan pembangkit ini sudah lama karena kebutuhan listrik bandara sangat besar. "Saat ini (baru) 60 MW ke depan bisa sampai 150 MW," kata dia di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu.

Menurut dia, operasionalisasi pembangkit listrik tenaga gas bumi ini merupakan bagian dari program AP II untuk memperkuat posisi Bandara Soetta sebagai pintu gerbang utama Indonesia. Nantinya, proyek ini merupakan PLTG pertama yang beroperasi di bandara di Indonesia.

Pada kesempatan yang serupa, Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengakui pembangunan pembangkit listrik di Bandara Soetta merupakan terobosan untuk mendorong pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Sebagai BUMN gas, PGN terus berusaha dan mengambil inisiatif untuk memperluas penggunaan gas bumi di berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

Sumber gas berasal dari PT PGN di Batu Ceper, Tangerang, jaraknya sekitar tujuh kilometer dari lokasi pendirian PLTG. Area pembangunan PLTG adalah tanah milik PT AP II di sekitar Bandara Soekarno Hatta. Modal awal untuk membangun PLTG 60 MW, Budi menambahkan, adalah sekitar Rp1 triliun. PT AP II menanggung 51 persen dari biaya tersebut dan sisanya dibagi antara PT Wijaya Karya dan PT PGN.

Kami gembira dapat ikut berpartisipasi dalam program pembangunan pembangkit listrik tenaga gas ini. Sebagai energi yang sumbernya masih sangat besar di Indonesia, gas bumi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, termasuk di Bandara Soetta, kata Hendi.

Pembangkit Listrik Tenaga Gas ini akan mulai beroperasi tahun depan.

suimber: imq21, inilahokezone
Share this article :

2 comments :

  1. Sepertinya beberapa tahun lalu juga pemerintah mewacanakan untuk membuat SPBG bagi kwbdaraan pribadi dan umum, pilot project nya di jakarta. Kok gak terealisasi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inilah yg dulu pernah di bahas di grup FB. Tanpa kendaraan tenaga gas pun pemerintah masih empot-empotan menyediakan LPG utk rumah tangga. Apalagii kalau nanti semua kendaraan pakai gas? Nanti bisa puasa masak semua.

      Lagipula cadangan gas kita sudah terbatas. Itu statement resmi dari pemerintah kog.

      Btw, yg sudah terealisasi adalah kendaraan umum memang sekarang sebagian pakai tenaga gas Pak. Saya lihat di beberapa kota pemerintah menyediakannya pakai SPBG portable.

      Delete



English French German Spain Italian Dutch




 
-->