Home » , , , , » Bisnis Pembangkit Listrik Mulai Menarik Grup Besar Dalam Negeri

Bisnis Pembangkit Listrik Mulai Menarik Grup Besar Dalam Negeri

[19 Mei] Sebanyak lima grup besar berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan total kapasitas 2.370 megawatt (MW) dan nilai investasi US$ 3,3 miliar. Mereka adalah Grup AKR, Grup Sinar Mas, Asahi Glass Company (AGC) Group, Grup Bosowa, dan Grup Barito.

Mereka membangun pembangkit listrik untuk mendukung kegiatan operasional unit usaha sekaligus mendukung target penambahan kapasitas listrik nasional sebanyak 35 ribu MW dalam lima tahun mendatang. Peran swasta sangat besar dalam mendukung target ekspansi listrik pemerintah. Dalam lima tahun ke depan, kontribusi perusahaan listrik swasta (independent power producer/ IPP) terhadap penambahan kapasitas listrik ditaksir mencapai 58%.

AGC Group, perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang, berencana menggelontorkan dana US$ 400 juta untuk membangun PLTU berkapasitas 250 MW di Indonesia. Lokasi PLTU berada di kompleks pabrik unit usaha AGC, PT Asahimas Chemical (ASC), Cilegon, Banten. PLTU ini akan menggunakan batubara berkalori rendah, yang banyak tersedia di Indonesia.

SC memproduksi produk turunan klor alkali, seperti soda kaustik dan polivinil klorida (PVC). Manajemen AGC menyatakan, PLTU itu akan meningkatkan daya saing ASC di Asia Tenggara, karena dapat menekan biaya energi. Selama ini, mayoritas biaya produksi ASC disumbangkan energi.

“Bisnis soda kaustik dan PVC di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 5% per tahun, sehingga kami perli meningkatkan daya saing. Indonesia, Thailand, dan Vietnam menyumbangkan 70% penjualan soda kaustik dan PVC Asean,” tulis manajemen AGC dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

AGC Group agresif berekspansi di Asean untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan. Pada 2013, AGC memulai proyek ekspansi yang menelan dana US$ 400 juta. Kapasitas produksi soda kaustik dinaikkan dari 500 ribu menjadi 700 ribu ton per tahun, vinyl chloride monomer (VCM) dari 400 ribu ton menjadi 800 ribu ton per tahun, dan PVC dari 300 ribu ton menjadi 550 ribu ton per tahun.

Ekspansi ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. AGC juga mengakuisisi perusahaan manufaktur PVC di Vietnam. Soda kaustik digunakan dalam proses produksi alumina, bubur kayu dan kertas, serat rayon, serta berbagai proses pengolahan air.

sumber: beritasatu
Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->