Home » , , » China Invest Pembangkit Listrik 40 MW di Papua

China Invest Pembangkit Listrik 40 MW di Papua

[27 Feb] Menapaki tanah Papua dan Papua Barat, ternyata banyak kegiatan investasi yang telah menanti dan menunggu direalisasikan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani sempat menyambangi salah satunya yakni lokasi pembangunan pabrik semen PT SDIC Papua Semen Indonesia, milik investor China.

Proyek investasi senilai US$ 500 juta atau Rp 6 triliun lebih ini adalah proyek kawasan industri semen terintegrasi, dari mulai pembuatan semen, pengemasan, pelabuhan untuk transportasinya, hingga pembangkit listrik. Lokasi pabrik adalah di Manokwari Selatan.

"‎Proses pembangunan sekitar 16 bulan ke depan. Ini akan menjadi pabrik semen yang akan memenuhi permintaan semen di Papua dan Papua barat, yang selama ini masih dipenuhi dari luar Papua," ujar Wang Chun Jian, General Manager SDIC Papua Semen Indonesia dalam paparannya di lokasi proyek, Jumat (27/2/2015).

Keberadaan pabrik semen ini, memiliki arti penting bagi masyarakat Papua dan Papua Barat karena ini yang pertama. Selama ini, masyarakat di tanah cendrawasih masih bergantung dari semen dari Jawa dan Kalimantan.

Selain produk semen, pabrik ini juga akan menghasilkan listrik yang cukup besar dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakan sekitar pabrik, bahkan sebagai perintis kawasan industri terintegrasi karena akan dilengkapi dengan pelabuhan sendiri.

"Proyek ini sangat luar biasa. Kami akan membangun pabrik yang besar yang akan menyediakan semen untuk rakyat Papua. Selain itu kami juga membangun pembangkit listrik dan di pesisirnya ada pelabuhan. Semua terintegrasi di satu kawasan," papar dia.

Adapun listrik yang akan dihasilkan sekitar 2 x 20 Mega Watt (MW). Dan kapasitas terpasang pada pabrik SDIC Papua Semen Indonesia sebesar 3 juta ton per tahun

Untuk memuluskan proyek tersebut, Wang mengharapkan dukungan dari BKPM, agar menyelesaikan penghambat utama realisasi investasi di Manokwari Selatan tersebut.

"Kami masih ada kendala di lahan. Tetapi ini kami harapkan tidak masalah lagi karena kami mendapat support yang besar sekali dari pemerintah daerah. Tetapi untuk pelabuhan, kami masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan," sebut dia.

Mendengar harapan tersebut, Franky yang setia mendengar paparan Wang, langsung memberikan tanggapan yang sigap.

"Kami ada petugas khusus yang akan mendampingi Bapak yang berinvestasi di Papua. Ini menjadi concern kami. Kalau ada kendala di perizinan tentu kamu bantu. Nanti setiap izin yang bapak ajukan, bisa permohonannya disalinkan ke kami (BKPM), sehingga kami bisa membantu percepatan prosesnya," sebut Franky sigap.

Dalam kesempatan yang sama, penanggung jawab proyek Suhargian Tono memaparkan, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua dan Papua Barat, pabrik ini juga akan memenuhi semen untuk sejumlah kawasan lain di Indonesia bagian timur, seperti Maluku dan NTT.

"Karena kebutuhan Papua dan Papua Barat sendiri hanya sekitar 700-800 ribu ton. Sementara kapasitas kita sekitar 3 juta ton. Jadi kelebihannya bisa untuk Maluku dan NTT. Bahkan bisa buat ekspor ke Papua Nugini juga," sebutnya.

Bicara soal persediaan, ia menyebut, cadangan batu kapur dan pasir kuarsa, serta tanah lempung yang menjadi bahan baku utama pembuatan semen ini cukup untuk lebih dari 150 tahun produksi, dengan kualitas semen yang bisa bersaing.

Hal ini lantaran kadar kepadatan batuan kapur di lokasi yang cukup baik.

Pengerjaan fisik kawasan industri semen ini ditargetkan dimulai Maret 2015, dan selesai 16 bulan ke depan. "Tinggal menunggu penyelesaian lahan saja, karena ada sengketa keluarga yang memiliki lahan. Kita tinggal tunggu itu, setelah itu semua beres. Karena Amdal (analisis dampak lingkungan) dan lainnya sudah semua," pungkas dia.

Dalam kunjungan ini, hadir pula investor langsung induk usaha SDIC Papua Semen Indonesia yakni SDIC GIHugh-Tech Pte Ltd yang berkedudukan di China, yang diwakili langsung oleh petingginya yaitu Gao Gui Heng, selaku Deputy General Manager

Sumber: detik
Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->