Home » , , » Bu Risma Memesan Mobil Listrik ITS

Bu Risma Memesan Mobil Listrik ITS

Tour de Java bisa diselesaikan Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan relatif lancar. Tim yang diketuai Nur Yuniarto itu Selasa (6/5), sekitar pukul 15.00, tiba di Surabaya setelah menjalani uji coba dengan menempuh jarak 800 km dari Jakarta melewati jalur selatan Jawa dan berakhir di Surabaya.

Begitu masuk Surabaya, rombongan Tour de Java langsung menuju Tugu Pahlawan. Di tempat itu, sudah menunggu Wali Kota Tri Rismaharini dan Rektor ITS Prof Tri Yogi Yuwono.

Empat mobil secara berurutan memasuki halaman Tugu Pahlawan. Yakni, Ezzy ITS I dan Ezzy ITS II, Sapuangin Surya, dan Lowo Ireng Super Car. Empat mobil tersebut dikawal anggota Ditlantas Mabes Polri dan 10 mobil berisi anggota tim lain. Mereka semua ikut menempuh rute Jakarta–Bandung–Tasikmalaya–Purwokerto–Jogjakarta–Madiun–Surabaya. ’’Terakhir, kami beristirahat di Jombang Selasa subuh,’’ ungkap Agus Nur Triartono, salah seorang anggota tim mobil listrik yang kebagian menyetir mobil Ezzy ITS I (warna putih).

Meski tampak lelah, para anggota tim antusias membagi pengalaman mereka selama lima hari di jalan. Welly Yuli, salah seorang anggota tim, mengatakan, ada satu pengalaman yang bisa dipetik dari perjalanan kali ini. Yakni, anggapan awal mereka bahwa persiapan maksimal akan membuat perjalanan lancar tidak sepenuhnya benar. Justru saat dalam perjalanan, mereka menemukan beberapa masalah lain terkait dengan mobil listrik. ’’Kami menemukan banyak masalah yang menjadi pelajaran. Justru sepanjang touring itulah, uji coba mobil yang sebenarnya,’’ ucap mahasiswa jurusan teknik mesin tersebut.

Senada dengan Welly, Nur Yuniarto mengatakan, performance dua mobil listrik, yaitu Ezzy ITS I dan Ezzy ITS II, kini semakin kuat. Sebab, selama perjalanan, kelemahan diketahui dan tim langsung memperbaikinya. Hanya, dua mobil lain, yaitu Sapuangin Surya yang merupakan mobil tenaga matahari dan Lowo Ireng Super Car, harus diangkut dua truk selama touring.

Menurut Nur, dua mobil tersebut memang tidak didesain untuk melaju di jalan raya. Jadi, setelah dipikirkan, dua mobil listrik saja yang tetap melaju. ’’Selama perjalanan, kecepatan dua mobil listrik itu 120–130 km/jam,’’ imbuh dosen jurusan teknik mesin tersebut.

Setiap delapan jam sekali, tim berhenti untuk mengisi baterai selama tiga jam. Mereka bisa berhenti di rumah makan, hotel, atau tempat mana pun yang menyediakan aliran listrik.

Agus Nur Triartono menambahkan, hambatan yang berarti adalah melewati jalur Nagrek, Jabar. Jalannya yang berliku dan naik turun membuat pengemudi benar-benar harus berkonsentrasi. Si putih (Ezzy ITS 1) juga sempat mogok.

Untung, tim selalu bisa mengatasi masalah tersebut. Di antara Ezzy ITS I dan Ezzy ITS II, yang lebih sering mogok adalah Ezzy ITS I. Sebab, Ezzy ITS II (warna merah) adalah produk baru. Meski begitu, Agus merasa Ezzy ITS I tidak kalah bandel. ’’Performance-nya bagus, mesinnya bandel meski sering mogok,’’ ujarnya.

Wali Kota Tri Rismaharini menyatakan tertarik dan ingin memesan satu mobil listrik untuk dijadikan mobil dinas (mobdin). ’’Yang hitam (Lowo Ireng) itu, bodinya bagus, tapi sepertinya tidak cocok untuk saya. Jadi, saya pilih yang merah saja (Ezzy ITS II, Red). Saya customer pertama ya,’’ ucapnya.
Menanggapi hal itu, Rektor ITS Yogi Yuwono mengatakan, pihaknya akan membuat satu mobil listrik yang aman dikendarai oleh wali kota. ’’Memang belum bisa dibuat secara masal. Tapi, untuk Bu Risma nanti, kami buatkan satu yang dirancang seaman mungkin,’’ kata Yogi

Sumber: jawa pos
Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->