Home » , » Bali Punya PLT Biomassa Bambu!

Bali Punya PLT Biomassa Bambu!

[7 Apr] Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik hari ini, Senin (7/4), melakukan Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLT Biomassa) Bangli serta Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibiayai APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran (TA) 2013.

Peresmian PLTS dan PLTMH tersebut dilaksanakan secara simbolis dengan penandatanganan prasasti untuk PLTS Samalewa-Pangkajene Kepulauan dengan kapasitas 1 MW on Grid,  PLTS Tianyar Barat Karangasem Provinsi Bali dengan kapasitas 15 kWp Off- Grid dan PLTMH Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 35 kWp di kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan.

Dengan menggunakan dana APBN Kementerian ESDM TA 2013, telah dibangun PLTMH sebanyak 11 unit dengan total kapasitas 1,301 MWp dan mampu melistriki 2.345 KK. Selain itu juga dibangun PLTS terpusat dengan total kapasitas 5,275 MWp dan berhasil melistriki 17.246 KK. Beberapa pembangkit listrik tenaga surya telah terinterkoneksi jaringan PLN antara lain PLTS kapasitas 1 MW di kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan dan kapasitas 1 MW di kabupaten Bangka Belitung Propinsi Bangka.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan Bupati Bangli tentang Pengembangan Kawasan Energi Baru Terbarukan. MoU ini bertujuan mewujudkan kawasan Kabupaten Bangli sebagai pusat pengembangan energi baru terbarukan dan mempromosikan energi terbarukan untuk ketahanan energi.

Selain itu, Menteri ESDM juga menyaksikan penandatanganan MoU antara PT. Charta Putra Indonesia (PT. CPI) dengan PT. PLN (Persero) – Distribusi Bali Bangli dan secara simbolis melakukan Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLT Biomassa) di kabupaten Bangli yang merupakan awal pembangunan unit pembangkit listrik tenaga Biomassa berbasis Bambu yang berlokasi di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli – Kabupaten Bangli, yang dilakukan sesuai Persetujuan Prinsip Bupati Bangli Nomor : 16/5106/IP/PMDN/2013 tanggal 1 Agustus 2013. 

PLT Biomassa  di Kabupaten Bangli merupakan kerjasama antara PT Charta Putra Indonesia, Pemda Kabupaten Bangli dan PT (PLN) Persero. Sebelumnya pada bulan Mei tahun 2013, telah ditandatangani MoU antara Pemkab Bangli dan PT Charta Putra Indonesia.

Pada tahap awal, PT Charta Putra Indonesia bersama dengan PT General Electris membangun proyek percontohan (pilot project) pembangkit listrik tenaga Biomassa dengan kapasitas terpasang sebesar 400 kW, dengan limbah bambu sebagai bahan baku. Nilai investasi proyek ini sebesar 10 miliar rupiah dan dibangun berdekatan dengan PLTS berkapasitas 1 MW yang telah dibangun dengan menggunakan dana APBN KESDM TA 2012. Diharapkan PLT Biomassa sudah dapat beroperasi pada Desember 2014 dengan harga jual listrik kepada PLN sebesar Rp. 975/kWh (harga tarif biomasa sesuai PerMen 04/2012).

Penggunaan bahan baku limbah bambu pada PLTS Biomassa ini dikarenakan bambu di Bangli tumbuh dan berkembang dengan cepat di seluruh desa diatas luas lahan sekitar 6.034,80 Ha. Untuk itu,  dengan pemanfaatan bambu ini diharapkan dapat semakin mendorong pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bambu secara optimal, mulai dari bagian yang bisa dikembangkan secara produktif sampai limbah yang selama ini dipandang sebagai sampah yang hanya mengotori lingkungan.

Kementerian ESDM melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan melalui pembangunan infrastruktur baik melalui dana APBN maupun dana yang berasal dari pihak lain. Tujuan pembangunan energi baru terbarukan di Indonesia adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap energi modern di wilayah yang belum terlistriki dan menjamin ketersediaan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara efisien dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan.

Pembangunan PLT Biomassa, PLTS dan PLTMH juga merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan Catur Dharma Energi yang diluncurkan oleh Menteri ESDM pada tanggal 22 Oktober 2013 khususnya Dharma Ketiga yaitu mempercepat dan mendorong secara massif Pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan) dengan memanfaatkan aneka sumber tenaga : Surya, Panas Bumi, Biomassa, Tenaga Air, Tenaga Laut, Tenaga Bayu, Tenaga Nuklir dan Bahan Bakar Nabati.

sumber: esdm
Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->