Home » » Sampah Sebagai Sumber Energi, Satu Solusi Bagi Tiga Masalah Dunia

Sampah Sebagai Sumber Energi, Satu Solusi Bagi Tiga Masalah Dunia

Di mana ada kehidupan manusia di sana akan ada tumpukan sampah. Dan sampah disorot sebagai salah satu penyebab efek gas rumah kaca akibat gas metana yang dilepaskan olehnya. Sebetulnya sampah jauh lebih bermanfaat dan aman jika diolah dalam ruang tertutup (tanpa oksigen/anaerob).

Pengolahan secara tertutup akan membuat sampah terfermentasi/terurai oleh bakteri anaerob alami yang terkandung dalam sampah. Tiga kelompok bakteri yang berperan adalah:
  1. Kelompok bakteri fermentatif: SteptococciBacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae
  2. Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
  3. Kelompok bakteri metana: MathanobacteriumMathanobacillusMethanosacaria, dan Methanococcus
Kemudian proses penguraian ini akan menghasilkan energi gratis berupa gas daur ulang (dapat di lihat pada bagian atas diagram di bawah ini) dengan kualitas di atas gas alam (LPG). Dan gas ini dapat dengan mudah dikonversi menjadi listrik menggunakan genset bertenaga gas. Juga kita masih mendapatkan bonus berupa berlimpah pupuk organik siap pakai atau siap jual. Ini didapat dari cairan yang keluar dari ruang tertutup pengolah sampah (dapat dilihat pada sisi kanan diagram).

Ini bukan hanya menjadi sumber energi gratis(1), tapi juga merupakan solusi bagi dua masalah besar lainnya di seluruh belahan dunia. Pertama, masalah krisis pangan akibat berbagai faktor seperti mahalnya pupuk(2) serta memburuknya kondisi alami tanah akibat pupuk kimia. Kedua, masalah menumpuknya sampah(3) seiring dengan ledakan pertumbuhan penduduk. Dan sekaligus ini juga merupakan peluang untuk mendapatkan dua penghasilan, yaitu dari penjualan pupuk & energi. Satu langkah selesaikan tiga masalah dunia, luar biasa bukan?

Ini adalah perbandingan kesetaraan biogas dengan sumber energi lain:

Jenis Bahan Bakar Jumlah
Biogas 1 m3
Minyak Tanah 0.62 liter
LPG 0.46 kg
Diesel 0.52 liter
Bensin 0.8 liter
Kayu Bakar 3.5 kg

Berikut diagram ruang tertutup pengolah sampah yang dimaksud:

rakit sendiri pembangkit biogas


Cara pengelolaan sangat mudah, yaitu dengan memasukkan campuran sampah dan air dengan komposisi sebagai berikut (ke sisi kiri diagram):

Jenis Sampah Rasio Air Rasio Sampah
Kotoran ternak 1 1.5
Sampah tumbuhan/sayuran 1 1

Dengan begini tidak semua orang harus tergantung pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) lagi. Juga siapa pun yang keberatan dengan pembangkit listrik tenaga fosil dapat berpindah langsung tanpa perlu melalui berbagai birokrasi.

Ada perbandingan yang cukup mengejutkan di tiga negara mengenai pemanfaatan biogas ini. China memulai tahun 1975 dan tercapai 5 juta rumah tangga gunakan biogas pada tahun 1992. India memulai tahun 1981 dan sudah 3 juta rumah tangga gunakan biogas pada 1999. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1970, kemudian mendapat bantuan dana dari FAO serta dimulai tahun 1981. Tetapi akhirnya tidak berkembang akibat terlena oleh murahnya BBM subsidi. Faktanya, hingga tahun 2013 masih besar wilayah Indonesia belum terjangkau PLN, masih sekitar 30 persen.

Seandainya diperlukan konsultasi lebih lengkap dapat menghubungi organisasi nirlaba BIRU. Perlu teman ngobrol tentang ini? Silahkan gabung klik menu "Komunitas" di bagian atas halaman. Pilih bentuk yang paling cocok & jangan sungkan bertanya. Ayo bersama-sama perjuangkan slogan yang sudah kita dengungkan sejak lama, yaitu menuju sebuah bangsa mandiri energi!

Sumber: Wikipedia, Deptan, i-sis.org.uk, dan berbagai sumber lainnya.

Kontributor: Admin


Anda pun dapat berkontribusi sempurnakan atau kirim "paduan & diy" seperti ini. Caranya di sini, dapat disimak point ke 4 dari bagian "umum".

 Artikel terkait
Share this article :


English French German Spain Italian Dutch




 
-->