Home » , , » Air, Kunci Untuk Baterai Murah dan Ramah Lingkungan

Air, Kunci Untuk Baterai Murah dan Ramah Lingkungan

[11 Juni] Air mungkin menjadi faktor kunci untuk pembuatan baterai yang lebih murah, lebih ramah lingkungan, juga cara yang lebih aman dalam membuat baterai lithium-ion, baterai yang sekarang paling banyak dipakai untuk memberikan daya pada perangkat elektronik, ujar peneliti.

"Harga baterai lithium-ion merupakan salah satu penghalang pengembangan kendaraan listrik",  ujar Jianlin Li kepada TechNewsDaily, di Oak Ridge National Laboratory. "Sebagai gambaran, harga baterai di Nissan Leaf & Chevy Colt sekitar $500/kWh, yaitu lima kali lipat lebih mahal dari target yang ditetapkan oleh president EV Everywhere Grand Challenge, $100/kWh"

Saat ini, lebih dari 80 persen dari biaya pembuatan baterai lithium-ion terletak pada bahan dan proses pembuatan material tersebut. Peneliti Oak Ridge National Laboratory di Tennessee kini membidik cara menekan biaya ini

Semua baterai memproduksi daya listrik dengan cara membuat perbedaan tegangan di antara kedua kutub,  positif dan negatif. Ini memakan 70 persen dari total produksi. Dan bahan yang dipakai di sini adalah N-methylpyrrolidone (NMP), yang mana mahal, beracun dan juga mudah meledak. Dengan tetap menggunakan bahan ini maka juga akan menciptakan biaya yang lebih besar, harus menggunakan alat-alat yang tahan terhadap ledakan, serta biaya daur ulang yang lebih tinggi. Ilmuwan berpendapat mereka dapat menganti NMP ini dengan system yang menggunakan air, yang mana lebih aman, lebih ramah lingkungan dan minimal 150 kali lebih murah dibanding NMP.

Dengan cara ini peneliti telah menciptakan baterai yang memiliki kinerja sangat bagus dan dapat dibandingkan dengan baterai konvensional. Menganti NMP dengan air menjanjikan penghematan biaya sebesar seperdelapan dari total produksi baterai lithium-ion, dan "jauh lebih ramah lingkungan", ujar Li.

Para peneliti telah mengantongi hak cipta tertunda atas teknologi mereka. Mereka merinci penemuan-penemuan terakhir di Journal of Colloid and Interface Science pada tanggal 25 Mei kemarin.

livescience

Share this article :

0 comments :

Post a Comment



English French German Spain Italian Dutch




 
-->